Skip to content
Sanksi 2 min read

SkyCity Adelaide Terancam Denda Besar AU$21 Juta Karena Aturan Dilanggar

SkyCity Adelaide Terancam Denda Besar AU$21 Juta Karena Aturan Dilanggar

Keputusan penting telah diambil terhadap SkyCity Adelaide, salah satu kasino terbesar di Australia, terkait kemungkinan pembayaran denda sebesar AU$21 juta. Keputusan ini muncul setelah diskusi dengan otoritas pengawas perjudian di Australia Selatan, menyusul ditemukannya berbagai pelanggaran dalam operasional kasino.

Pernyataan ini menyusul satu tahun setelah adanya laporan setebal 500 halaman oleh Brian Martin AO KC, mantan hakim berpengalaman. Laporan tersebut menguak pelanggaran yang melibatkan manajemen SkyCity Adelaide, khususnya yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap undang-undang anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (AML/CTF).

Austrac, badan pengawas transaksi keuangan Australia, telah mendeteksi pola pelanggaran serius yang dilakukan oleh pengelola kasino ini. Laporan oleh Hakim Martin menyoroti sejumlah kelemahan dari manajemen SkyCity Adelaide sebelumnya dalam menjalankan kewajiban AML dan CTF, serta upaya untuk membatasi dampak negatif perjudian dan membangun budaya perusahaan yang lebih baik. Kasus ini mengingatkan pada tindakan hukum perjudian yang diambil Nevada terhadap Kalshi, bekerja sama dengan California.

Sebagai bagian dari persetujuan ini, SkyCity Adelaide diwajibkan untuk melaksanakan sejumlah langkah perbaikan:

  • Pengangkatan mayoritas direksi independen non-eksekutif dalam dewan paling lambat 1 Januari 2028.
  • CEO mereka hanya dapat menerima instruksi dari dewan, kecuali ada persetujuan berbeda dari komisioner terkait.
  • Mereka juga harus melaporkan setiap pelanggaran signifikan atau potensi pelanggaran terhadap undang-undang negara bagian atau federal dalam lima hari kerja kepada komisioner terkait.
  • Meminta evaluasi oleh pakar independen mengenai kapabilitas, pelatihan, dan budaya kerja.
  • Menunjuk auditor kepatuhan independen untuk menyusun laporan tahunan tentang kepatuhan terhadap lisensinya.