Skip to content
Umum 2 min read

Evolusi Cubeia: AI Merevolusi Pengembangan Kode

Evolusi Cubeia: AI Merevolusi Pengembangan Kode

Cubeia, sebuah perusahaan iGaming di Stockholm, menerapkan perubahan signifikan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk merombak cara mereka mengembangkan kode. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas dalam pengembangan fitur. Dengan mengandalkan analisis COO, Stefan Grenstad, telah diketahui bahwa pengembang dengan tingkat keahlian menengah dapat mencapai hasil yang mengesankan dengan bantuan AI. Di industri game yang bergerak cepat, AI telah menjadi bagian integral, mulai dari chatbot hingga pembuatan konten game. Cubeia berencana untuk sepenuhnya memasukkan AI ke dalam proses pengkodean mereka, dan diharapkan transisi ini selesai pada bulan Agustus.

Observasi ini terjadi setelah Grenstad melihat kontribusi signifikan dari pengembang tingkat menengah. "AI menjadi kunci dari pencapaian ini," katanya.

Menyempurnakan Proses yang Ada

Grenstad menegaskan bahwa pendekatan ini lebih dari sekadar pengurangan tenaga kerja. Fokus utama adalah meningkatkan ketangkasan dan kemampuan adaptasi dalam pengembangan. Sebelum ini, pengembangan sering kali terjebak dalam sprint dua minggu yang menyerupai produksi massal. "Kami mengelola backlog yang ditentukan oleh pemilik produk, tetapi sering kali revisi tak bisa dilakukan sebelum produksi," ujarnya. Dengan AI, durasi proses dapat dikurangi secara signifikan. Fitur yang biasanya memakan waktu dua minggu kini bisa diselesaikan dalam satu hari, memungkinkan beberapa iterasi dilakukan dalam sehari. "Kami dapat melakukan tiga hingga empat iterasi dalam satu hari," tambah Grenstad.

Peran Penting Manusia

Meskipun AI berperan besar, intervensi manusia dalam proses ini tetap diperlukan, terutama saat peninjauan kode. "Peninjauan sangat penting untuk memastikan AI tidak melakukan kesalahan asumsi," kata Grenstad. Meski seiring berjalannya waktu kepercayaan kepada AI akan meningkat, namun saat ini, tahapan peninjauan tetap penting. Menurut CPO Ernander, tantangan terberat adalah memastikan kode AI kompatibel dengan kode yang sudah ada. Diskusi mendalam tentang ruang lingkup dan detail pengembangan menjadi lebih penting dibandingkan penulisan kode itu sendiri. Setelah kesesuaian ini tercapai, diharapkan produk dapat lebih cepat diluncurkan ke pasar.